The Space Shuttle Runway di Cape Canaveral

Setelah tujuh tahun, Landasan Cape Canaveral Akhirnya dibuka Untuk Umum

Cape Canaveral Spaceport diciptakan lebih dari launchpads. Situs pantai luar antariksa yang terkenal tersebut juga mempunyai landasan 15.000 kaki, seorang veteran lebih dari 130 pesawat ulang-alik Space. Pendaratan itu selesai pada 2011, namun, sekarang, tujuh tahun kemudian, landasan tersebut terbuka guna bisnis komersial. Kemarin, otoritas pelabuhan angkasa Florida mengadukan bahwa FAA menerbitkan lisensi peluncuran guna operasi di website tersebut.

Landasan pacu, untuk ketika ini masih dinamakan Shuttle Landing Facility (SLF), ialah simbol di mana spaceflight telah-sekarang menjadi pusat utama masa depan. Sejak 2015 landasan pacu, menara, dan unsur lain sudah dioperasikan oleh Space Florida, otoritas pengembangan angkasa negara bagian.

Space Florida telah menggarap lisensi ini semenjak Desember 2015 dan baru saja mengantarkan lebih dari 120 halaman software pada bulan Februari. Pada hari Kamis, FAA mengamini dokumen itu, yang memungkinkan Spaceport Cape Canaveral untuk menyokong operasi pesawat yang membawa roket peluncuran udara.

Ada tidak sedikit perusahaan yang bekerja pada sistem ini, tergolong Pegasus kepunyaan Northup Grumman, Stratolaunch Vulcan Systems, Launcher One kepunyaan Perawan, dan Spaceship 2.

Dalam pembicaraan dengan Popular Mechanics, SLF Airfield Manager James Mofitt menuliskan bahwa pesawat ruang antariksa langsung ke orbit – yang lepas landas dari landasan balap dan berlayar langsung ke ruang suborbital tanpa memakai operator – dicakup oleh lisensi. Perusahaan sangat terkenal yang menawarkan jenis pesawat ruang antariksa ini ialah XCOR, yang dilipat mula tahun ini, namun pelabuhan angkasa itu hendak siap guna pengembangan di masa depan.

Untuk menemukan lisensi, pelabuhan angkasa harus memiliki usulan tentang jenis kendaraan apa yang bakal mereka hosting. Lisensi mesti menyematkan parameter penerbangan prospektif dalam aplikasi, perincian dari pelamar yang diciptakan seluas dan merangkum mungkin.

“Dengan masing-masing kendaraan peluncuran baru yang potensial dari kemudahan kami, kami mesti mengevaluasi untuk menyaksikan apakah tersebut sesuai dengan parameter bagaimana kami menjangkau lisensi kami,” kata Mofitt. “Apa yang kami coba kerjakan dan apa yang tidak sedikit organisasi jajaki lakukan ialah membuat semacam skenario terjelek pada kendaraan konsep. Kami jarang sekali memakai kendaraan tertentu sebab dengan begitu lisensi kami akan terbelenggu dengan profil penerbangan eksklusif itu. Jadi kami memakai kendaraan konsep. ”

Pejabat Florida ruang antariksa mengakui bahwa lisensi baru tidak merangkum pendaratan, tetapi menuliskan bahwa mereka sedang menggarap itu. Pendaratan sama pentingnya dengan bermukim landas dalam urusan pembangunan ekonomi. Peluncuran percobaan dari Cape Canaveral memang luar biasa, namun pendaratan mereka berarti perusahaan sedang menyiapkan laboratorium dan kemudahan di taman industri kepunyaan Space Florida yang berdekatan.

Salah satu masalah utama, dan pun salah satu aspek yang sangat memakan masa-masa dalam mengemukakan permohonan lisensi, ialah tinjauan lingkungan. Kumpulan pertimbangan tergolong penyimpanan bahan bakar roket, pengasingan air limbah, kebisingan di sepanjang rute penerbangan, dan akibat potensial dari kemalangan peluncuran atau kemalangan lainnya. Space Florida menuliskan mereka dan FAA meninjau lebih dari 400 komentar dari lembaga tergolong NASA, Angkatan Udara, Layanan Ikan dan Margasatwa AS, dan National Park Service.

Menambahkan sekian banyak pesawat ke distrik udara setempat adalahsalah satu bidang urgen dalam diskusi. “Perbedaan utama ketika kemudahan ini dipakai untuk Shuttle ialah bahwa itu ialah program pemerintah,” kata Mofitt. “Pemerintah mempunyai kontrol sarat terhadap bagaimana mereka membawa kembali pengorbit, dan [otoritas] bisa mengesampingkan tidak sedikit proses andai mereka perlu. Tetapi untuk kami orang-orang komersial, FAA dan Office of Space Transportation merinci apa yang butuh kami lakukan. ”